Dancer’s life essential all day wear : from dance class to impromptu auditions to hangouts all day wear mix match to the max

Dancer's life essential all day wear : From dance class to meetings to hangouts all day wear mix match to the max inquiries haremqueenb@gmail.com

Dancer’s life essential all day wear : From dance class to meetings to hangouts all day wear mix match to the max inquiries haremqueenb@gmail.com

Handmade bra in gold sequins with fringes and a pair of golden leggings available for inquiries haremqueenb@gmail.com

Handmade bra in gold sequins with fringes and a pair of golden leggings available for inquiries haremqueenb@gmail.com

When you feeling down, get some bling; everything just look brighter, literally.  inquiries haremqueenb@gmail.com

When you feeling down, get some bling; everything just look brighter, literally. inquiries haremqueenb@gmail.com

VQCA8410

Leggings and harempants are life essentials for busy on the go dancers like me, I live and breathe (and dance) in them almost like 24 hrs a day and they are always within reach in my gym bag

typical dancer’s life; quick coffee in the morning, then straight to dance practice; shower at the gym then straight to auditions sealed off with happy hours with friends.  And all I found in my gym bag is sets and sets of leggings; workout bra and more legging and blings! yep what dancers dont have bit of bling in thier gym bag?

ok – with lil bit strategy and mix and match your clothes, (life is sets of mix and matches…or mismatches..ohhhh) y’all gonna notice how fun active wear can be. No fuss, no stylist no dreadful price tag, just bit of CREATIVITY.

Let me know what ye think of my own mix and matches, yep

XAOZ7603

Zip up is a perfect shield ; sometimes you have five minutes between classes and the next audition and zip up is such a life saver to cover sport bra and that sexy leggings. A must have!!

image

Cant survive the day without my blings: need to refresh my look for auditions or a happy hour or just to go somewhere in my mind; any bling will do!!

image

Final arsenal: lil black dress will stand the test of time no matter which dimension you go. I always keep one in my gym bag in case of impromptu occasion in the evening or whether you just want to show off that hardwork body on the streets. there is no excuses of not dressing up wherever or whenever you are. Aiiight.

Legging or harempants, oh yeah, always ready to dance; whereever you are!! Cant get enough of leggings or harempants; super functional from morning to evening wear; inquiries haremqueenb@gmail.com

Legging or harempants, oh yeah, always ready to dance; whereever you are!! Cant get enough of leggings or harempants; super functional from morning to evening wear; inquiries haremqueenb@gmail.com

You cant go wrong with little black dress; I always keep one just in case impromptu meetings or auditions or just to look great; who needs excuse to look great anyway; inquiries: haremqueenb@gmail.com

You cant go wrong with little black dress; I always keep one just in case impromptu meetings or auditions or just to look great; who needs excuse to look great anyway; inquiries: haremqueenb@gmail.com


inquiries: haremqueenb@gmail.com

Dance / party costume for rent or sale

image

image image image

Bellydance workshop in Bali 14-15 December 2015 at Marta Ayu studio in Sanur

IMG_0624

Me and wonderful sista Ayu Dian in Sanur Bali, for a two day unforgetable workshops.

What a perfect way of closing the wonderful year of 2015 by dancing in Bali.  My wonderful workshop organiser the beautiful Miss Ayu Dian from Marta Ayu studio organise a two day wonderful days for me to teach and it was so awesome.

 

 

IMG_0604

Workshop in Sanur Cool way to close the year Matur susme, Bali!!

IMG_0958

A picture perfect Balinese rice terrace in Jatiuwih; abundance of colours and inspirations; its hard to leave!!

 

IMG_0934

Met some people in class and great atmoshphere, had two days of full blast; awesome time !!

IMG_0935

post bellydance narcisism continued and hard to stop

IMG_0937

Morning was fun class for beginners and professional class in the afternoon, happy and tired

IMG_0993

The boss, the wonderful Ms Ayu Dian from Marta Ayu Studio Sanur, Bali

IMG_1006

The very sweet mother and daughter bellydancers, excellent pas de deux.

IMG_1014

Marta Ayu studio Sanur, Jalan Tukad bilok Sanur, Bali – what a fun place to sweat and have fun!!

 

IMG_0945

Uniquely Balinese food made of wild flower

Menyediakan barang barang unik perlengkapan bellydance, lokasi studio dan butik di Kemang, Jakarta:

Selain menyediakan kursus bellydance, kamu menediakan kostum dan perlengkapan bellydance lain nya. Yuks mampir tuk melihat lihat ; lokasi kami di Kemang, Jakarta Selatan
Contact by wa0816915478 pin 753A6CF4
email: haremqueen4@yahoo.co.id

EXCLUSIVELY DESIGN AND MADE BY HAREMQUEEN

HANDMADE WITH LOVE

kostum, pernak pernik, music, DVD, cymbal dan lain lain

Kami menyediakan barang2 unik yang sering dipakai untuk keperluan bellydance seperti, finger cymbal, sepatu, bando, t shirt, rok lebar, bra costume, kostum, pernak pernik, music, DVD, cymbal dan lain lain

Selain menyediakan kursus bellydance, kamu menediakan kostum dan perlengkapan bellydance lain nya. Yuks mampir tuk melihat lihat ; lokasi kami di Kemang, Jakarta Selatan
Contact by wa0816915478 pin 753A6CF4
email: haremqueen4@yahoo.co.id

IMG_1144

Ethnic style: Bra and belt set, our own design, as bright red as the yellow of the Sun ; ready stock 1 left made to order wa0816915478 pin753A6CF4

IMG_1096

Sexy coin bra combined with smooth pink sild skirt and arm cover, E ready stock 1 left made to order wa0816915478 pin753A6CF4

IMG_1133

Tempat kursus bellydance di daerah Kemang, Jakarta Selatan, kelas ada tiap hari sesuai perjanjian contact by wa0816915478 add pin 753A6CF4

IMG_1140

Ethnic belt for bellydance; design and made exclusively by Haremqueen

 

Selain menyediakan kursus bellydance, kamu menediakan kostum dan perlengkapan bellydance lain nya. Yuks mampir tuk melihat lihat ; lokasi kami di Kemang, Jakarta Selatan
Contact by wa0816915478 pin 753A6CF4
email: haremqueen4@yahoo.co.id

Tempat kursus bellydance di daerah Kemang, Jakarta Selatan

Hobby nari en pengen coba bellydance? Yuks ikutan kelas bellydance di Haremqueen; lokasi strategis di daerah Kemang, Jakarta Selatan, tiap hari ada dua session di jam 11 pagi dan dan jam 5 sore. Ada terus tiap hari gak pernah absen dari hari Senin sd Minggu.

Instruktur kami telah berpengalaman mengajar bellydance sejak tahun 2007 en pernah belajar dari maestro bellydance dari Mesir, Turki, Amrik dan lain lain.

Cara nya daftar tinggal sms/wa ke 0816915478 en kasi tau hari dan jam kapan kamu bisa dateng, en voila!! you will be dancing with us.

Sooo tunggu apa lagi? call us now, kellessss

photo

 

Classes from Monday to Sunday at 11 am and 5 pm

 

Hi prends ready for a new week?   We are having classes on Monday at 11 am and 5 pm

Hope you could join us in our dance and just hang. photo copy

 

 

 

 

 

Our moto is dance, shop and good friends

Our moto is dance, shop and good friends

 

Haremqueen studio is at Bangka Barat 4 no.2 a, Kemang, Jkt Selatan wa0816915478

See you there!photo

dance, shops, and good friends. Image

By the way, berapa banyak kalori yang dibakar dgn menari?

skirt_IN_class

(artikel ini merupakan ringkasan dan terjemahan bebas dari artikel dalam situs www.fitnessblender.com )

Menari merupakan kegiatan yang sangat menyenangkan untuk membakar lemak, meningkatkan kinerja jantung dan kelenturan badan.  Hal yang terpenting adalah kegiatan ini dinikmati dan membawa efek gembira yang sangat memotivasi pelaku nya untuk tetap bugar.  Rasa ‘menyenangkan dalam melakukan kegiatan apalagi dengan bantuan musik yang menggairahkan ini diperkirakan dapat meningkatkan tingkat imunitas seseorang dalam menghadapi berbagai macam penyakit.

Kegiatan menari menggunakan berbagai jenis gerakan yang melibatkan beberapa kelompok otot  dibeberpa bagian tubuh secara dinamis dimana otot otot ini akan membakar sejumlah kalori, tergantung dari jenis kegiatan menari yang dilakukan dan intensitas dari gerakan gerakan tersebut.

Berikut adalah perkiraan pembakaran kalori perjam dari beberapa jenis aktivitas menari yang popular seat ini.  Estimasi berdasarkan bentuk tubuh ‘normal’ yang mempunya berat kira kira 60 sd 80 kgs dengan tidal memperhitungkan komposisi berat badan, massa otot dan jenis kelamin.   Perhitungan yang tepat  untuk jumlah kalori adalah lebih kompleks.

Hip Hop – Hampir seluruh badan ikut ‘go yang’ dalam jenis tari ini dan termasuk kegiatan yang membakar lemak secara intensive.  Selain itu dalam hip hop juga terdapat ‘free styling’ gerakan bebas  dimana para penari seeing menggunakan otto  secara tai terduga, sehingga otot otot  badan akan terus ‘termotivasi’ untuk siap bekerja.  Dalam 60 menit hip hop diperkirakan membakar antara 370 sampan dengan 610 kalori.

Salsa – Dalam 80 menit kegiatan ini diperkirakan membakar 400 sd 480 kalori, tergantung berat badan dan kondisi badan seseorang.

Belly dancing   untuk latihan selama 60 menit bellydance diperkirakan membakar sekita 270 sd 320 kalori untuk intensities yang sedang dan sekitar 290 sd 360 untuk intensities yang lebih tinggi.  Manfaat lain dari kegiatan ini adalah memperbaiki postur tubuh, memperkuat ‘core strength’ abdominal dan amat sangat memperbaiki fleksibilitas dan kelenturan seseorang.

Ballet – aktivitas ballet diperkirakan membakar 380 sd 450 kalori per jam, hal lain yang pending dalam ballet adalah penyempurnaan poster, flexibilitas dan kaki yang super amat sangat kuat ditopang oleh super duper ‘core’ (abdominal) yang menjadi summer power dari seluruh badan.

 

 

Folk – misalnya poco poco atau line dance,  diperkirakan membakar sekitar 250-330 kalori, untuk yang lebih intense bisa sekitar 310 sd 420 kalori.

Zumba –  wanita dengan berat badan sekitar 60 sd 80 kg biasanya membakar kira kira 350 sd 650 kalori per jam untuk gerakan intensities tinggi tergantung berat badan, keberadaan tingkat otot dan banyak nya lemak ditubuh, dan tingkat kebugaran seseorang.

 

Pole dancing  – kegiatan pole dancing diperkirkan membakar sekitar 250 sampan dengan 350 kalori per jam tapi jangan lupa kegiatan ini banyak mengencankan otot tangan, abdominal dan paha.

Sekali lagi, banyak nya kalori yang dibakar sangat tergantung dari intensitas latihan, berat badan, komposisi lemak vs otot dalam tubuh seseorang.

Selamat menari!!

Apa yang membuat bellydance berbeda dengan jenis ‘senam’ lain nya?

Pertanyaan yang cukup simple tapi sensi  ini berkali kali menggugah ‘idealisme’ saya sebagai bellydancer.  Maap kalau jawaban nya agak panjang dan mudah mudahan bisa memberikan perspektif yang berguna.

Saya sudah menjalani profesi sebagai penari/pengajar bellydance selama hampir 10 tahun dan pertanyaan ini masih sering dilontarkan dalam kelas, seminar atau obrolan sehari hari.   Saat ini tanpa dipungkiri lagi bellydance banyak dikategorikan kegiatan ‘senam’  seperti layaknya senam aerobik, zumba dll  daripada sesuatu yang mengadung unsur seni tari yang kaya dengan nilai artistik.  Well, ga semua, tapi banyak, unfortunately.   Sebagai generasi  yang menjadi saksi ‘booming’ nya senam aerobik yang populer di era 80 an, saya dapat mengerti konteks ‘senam’ dalam arti pelangsingan tubuh, membakar lemak, pokoknya konsep senam aerobik adalah menggenjot jantung (cardio) untuk bekerja keras memompa oksigen keseluruh tubuh, menaikan temperatur tubuh secara maksimal sehingga kelenjar keringat secara otomatis mengimbanginya panas badan dengan mengeluarkan keringat sebanyak banyaknya  dengan embakar persediaan bahan bakar yg didapat dari kadar lemak dalam tubuh.   Semakin ‘high impact’ gerakan gerakan tubuh kita , misalnya dengan melompat, angkat lutut, angkat tangan, semakin banyak lemak yang dibakar menjadi keringat dan kadar cairan dan kadar lemak dalam tubuh akan menurun.  Apalagi ditambah dengan angkat beban untuk lebih menintensifikasian pergantian lemak menjadi otot.  Biar lebih six pack katanya.   Buat saya yang dari jaman dulu ke fitness sekedar ikut ikutan ‘ngeceng’ emang gak efek, dan lebih merasa ‘at home’ di studio tari daripada di gym. Kata orang, udah dari ‘sono’ nya. Hehe.

Sebenarnya apa yang membuat sesorang jatuh cinta pada bellydance?   Well, saya mencoba mengingat ngingat momen momen ketika saya pertama kali datang mengikuti kelas bellydance dan menyaksikan tarian tarian itu melalui DVD yang dikirim teman dari luar negeri.   Dalam tarian ini, kita menggerakan otot otot yang biasanya ‘tidur’ dan tidak pernah dipakai baik dalam kegiatan sehari hari atau dalam olah raga lain, seperti otot pelviks, pinggul, abdomen, glute,  dan pelviks secara bergantian, menimbulkan sensasi khusus serta kelembutan dan kelenturan yang ditimbulkan dari gerakan gerakan tersebut mengirimkan sinyal baik ke otak dan memberikan rasa nyaman karena kita berkomunikasi lebih erat dengan bagian bagian tubuh  ‘terdekat’  (dekat di hati_ kita yang selama ini terabaikan.   Musik timur tengah juga berperan penting dalam kegiatan ini dikarenakan ciri khas dari musik ini yang lain dari yang lain dimana dimainkan dengan tangga nada ‘setengah’  yang memberikan nuansa eksotis bagi pendengarnya. Alat alat musik seperti gendang, oud, tabla, diketahui mengeluarkan frekuensi yang bagus untuk otak dan memberikan rasa nyaman batin dan bahagia. Kira kira begitu.

So, balik ke pertanyaan yang simple namun sensi tadi.

Jika pertanyaan itu dilontarkan kepada saya 10-15  tahun yang lalu, saat saya masih muda dan notabene terlalu idealis, mungkin saya langsung loncat berdiri dan tersinggung. Bellydance itu ‘bukan’ senam.  Apalagi dibilang mirip senam aerobik. Wah,  bukaaan.   Itu adalah seni. Bellydance itu seni tari, sodara sodaraaaa, ciri khanya feminin, lentur,  indah dan harus dipelajari untuk dimengerti aspek aspek nya.  Belajarnya setengah mati, kok enak aja dibilang senam.   Apalagi nanya sama saya yang memang termasuk ‘manusia penari’ yang  bukan manusia senam/aerobik.  Saya yang sudah mendalami seni tari sejak sekolah TK,  tau bagaimana susahnya (pegel)  belajar ‘nari sambil duduk’ pada tari ‘gebyar duduk’ atau belajar  nari sambil jinjit (releve) pada kelas ballet, wessshh, kemudian mendalami bellydance sampek ‘hijrah’ ke tanah Firaun di Mesir, wehhhh kok ini dibilang senam.   Sembarangan kowe ya….

Yang paling bikin sy benar benar kaget adalah mendengar bahwa beberapa gerakan bellydance dimasukkan dalam 5-10 menit sesi terakhir dari 60 menit kelas aerobik.  mulut saya sampai menganga mendengar celoteh murid2 saya yang notabene adalah guru2 aerobik ternama.   Idealisme saya terguncang hebat, apa apa an ini?  “Kita harus mengikuti arus pasar supaya banyak yang minat, kalau ndak kelas nya bisa sepi, mbak…” jujur salah satu murid saya yang juga intruktur ‘segalanya: yoga,  aerobik, zumba, pilates, dll. Sisi ‘artistik’ saya sedikit terluka, but well, ga bisa bilang apa apa.    “Member dateng kesini mau bakar lemak, get excited, musik jedar jedor, musik bellydance terlalu aneh dan kurang ‘hype’ jadi mereka gak semangat”  keluh salah satu murid saya yang berprofesi serupa.   Bukan nya takkut dikira gak ‘kekinian’ atau gak ‘ngehits’ bukaaan…atau dibilang ‘sok nyeni’  – well, (curcol nya) saya emang penari, tujuan nya adalah ekspresi diri;  jadi mang diluar konteks ‘pembakaran lemak’ dan ‘keringat sebanyak banyaknya’.  Yes, bellydance ada unsur pelenturan, dan banyak gerakan membetot otot2 kaki dan perut,  yang, kalau dilakukan teratur dibarengi diet seimbang, bisa menurunkan berat badan.   but that not the main thing.

Kontradiktif dan tidak relistis dengan kenyataan? You tell me.

Eits, jangan salah, bkan nya berarti kita semua bukan manusia seni.  Ada beberapa murid yang membuat  saya kagum dengan interpretasi dan kreativitasnya.  Mereka ini  biasanya yang darisono nya penari, model2 kayak saya yang ‘anti’ gym; en lebih suka ‘membakar lemak’ dengan menari.   Bangsa kita yang kaya unsur budaya, saya percaya masih banyak yang mempunyai ‘darah seni’ hanya perlu menggali lagi dn menemukan yang sudah lama terkubur dalam.  Jiwa seni yang terpendam oleh ritme kehidupan  super sibuk yang kadang kadang menyesakan.   Boro boro mikirin apalagi mengekspresikan seni.

Saya pernah dihubungi oleh  promotor yang ingin mempromosikan ‘bellydance’ sebagai suatu bentuk ‘senam hamil; eits dengan pesan sponsor produk susu ibu hamil.  Wah, saya pernah punya murid yang sedang hamil dan melakukan bellydance untuk memperlancar kehamilan, tetapi itu hanya suatu kebetulan saja.    Tetapi, me repackage bellydance sebagai senam hamil, well, kok kurang ‘asek’ ya.  Eniway,    Sepertinya banyak yang mau me ‘main stream kan ‘ bellydance dan menjadikan nya ‘marketable’ dan lebih gampang dijual, seperti Mac Donald.   Sah sah aja sih, namanya orang jualan, but, well, Good luck !

Salah satu master teacher saya di Cairo, Mesir pernah mengatakan hal ini sebelum memulai private session:  Saya akan memberikan semua pengetahuan saya, en kamu terserah mau ambil yang mana. You just take whatever you want from my lesson. Tapi, ada beberapa ciri2 khas dari ‘style’ yang mutlak harus dikuasai, yang menjadi ciri khas dari pelajaran ini.  So, anda bebas merdeka, tapi jangan lupa beberapa hal yang menjadi ciri khas.  Well,  Amen to that!

Dia juga mengatakan: ekkspresikan semua yang telah kamu pelajari, teori, pengetahuan, teknik, penghayatan musik, rangkulah semua dengan jiwa hasrat dan biarlah semua keluar dari hati yang paling dalam.   And the rest will follow.   Kira kira begitulah nasihat2 bijak yang selalu mengaung2 di jiwa dan pikirian saya,   Bellydancer bukan sedekar bisa megal megol, tapi mendapat suatu ‘skill’ dan ‘pengetahuan’ mengenai, kewanitaan, seni, musik, budaya timur tengah dan sebagainya.  Dan buat yang senang mempelajari budaya, its very exciting!!!   Its a lot more than just a regular workout.   Tetapi buat yang ‘ngejar tayang’ keringetan, bakar lemak, nurunin berat badan,  bellydance adalah bentuk lain dari senam aerobik, zumba, dan lain lain.

Sekarang pertanyaan nya adalah: Should bellydance go mainstream?

Apakah mungkin manusia senam menjadi lebih artistik setelah mempelajari bellydance?

Bisakah gerakan2 bellydance di ‘cut’ and ‘paste’ jadi gerakan gerakan low / high impact?

Bagaimana mengatasi dilema manusia artistik vs manusia senam dalam mempelajari bellydance?

Bagaimana mengatasi ‘mental block’ manusia yang hanya mau senam untuk mempelajari sesuatu yang lebih artistik?

Hidup adalah penuh dengan dilema.   And its good!!  Kadang kadang dari perdebatan mucul ide segar yang baru dan fresh, mungkin menyelesaikan dilema, atau sekedar memberi perspektif baru.

Banyak masalah banyak mikir, banyak mikir makin pinter…… coretan ini hanyalah bahan pemikiran untuk membuka pikiran selebar lebarnya.

Its the journey that counts, not the destination.  Peace, Sekian.

 

Suzanna from Haremqueen

Dance, when you’re broken open. Dance, if you’ve torn the bandage off. Dance in the middle of the fighting. Dance in your blood. Dance when you’re perfectly free.”
― Rumi

Haremqueen

August 18, 2015

55d2b50f56708

beginner class 2 x sehari pagi jam 11 dan sore jam 5 class in session….lokasi Kemang Jakarta Selatan sms/wa 0816915478 Special class: Rabu (Wed) Veil Choreo Sabtu (Saturday) Advanced Choreo Fee 150 per pax per visit

Dance Reflection : the ABCD of dance

Hola dancers,

I have been a big fan  of Stephanie Herman, a ballerina and great innovator in dance knowledge

I just wish to share this with you for 5 minutes and hope you dig this!

take a break and listen up:

A-allignment;  posture, is your back straight? help prevent injuries

B-Brrreathhh;   slowly and steadily  as breathing is the essence of life,

C-Core ; the middle part that is the ‘brain ‘ of all our movements,

D-dance thru life;   gather yourself up, your breath, your muscles,  your core, your LIFE, put

them all together , sync em up,

and put some music  and just DDANCE!!!